CYBER PESANTREN SEBAGAI PROFIL GAGASAN PESANTREN DI ERA MILENIAL

Authors

  • Ach Rofiq STIT Al-Ishlah Bondowoso

Keywords:

Cyber, Pesantren, Teknologi Informasi

Abstract

Pesantren (Islamic Boarding School) as a Islamic education system media has get improvement and development quickly in Globalisation era. Pesantren not only as meaning of Islamic education institution consist of kyai (muslim scholar), santri (student of Islamic Boarding School), Mosque, Boarding School, and classical teks book, but it has evolute in to various designs functionally. Globalization era gives it positif effect to enlarge the meaning and function of Boarding School exactly. Technologys product like computer, internet, dan another gives many facilities for developing pesantren mission as religion and morality entrenchement.

In this article, the writer use phenomenology theories of Edmund Husserel to get right conclution of phenomenom that is in social media as product of thecnology like facebook, messanger, black berry messanger, what up, tweeter act. There was apllied any kinad of Islamic discursus and doctrin explained  like reading Islamic books, good advices, halaqah,  speech, Islamic therapies and ect. This phenomenom writer called it by Cyber Pesantren cause, substansialy has same function and vision with convensional Islamic Boarding School as we knew nowadays. Eventhough, there were any distinguish between Pesantren in fact and Cyber Pesantren. But, it will be new step for Islamic discursus to enlarge and showing what is pesantren and what are in it easily.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Komariah. Aan dan Triatna, Cepi. 2008. Visionary Leadership (Menuju Sekolah Efektif). Bandung: Bumi Aksara.

Lampiran Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060, 061 dan 080 tahun 1993

Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

Machali. Imam. 2009. Kebijakan Pendidikan Islam dari Masa ke Masa. (Dari Kebijakan Diskriminatif Menuju Kebijakan Berkeadilan). Jurnal Pendidikan Islam Nadwa. Volume 3. nomor 1.

Miles. MB dan Huberman. AM. 1994. Qualitative Data Analysis. terjemahan Tjetjep Rohendi. Jakarta: UI Press.

Mulyasa, E. 2006. Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi dan Implementasi. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.

Parsons. Wayne. 2008. Public Policy: Pengantar Teori dan Praktik Analisis Kebijakan.Jakarta: Prenada Media Group.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

Syafaruddin. 2008. Efektivitas Kebijakan Pendidikan (Konsep. Strategi. dan Aplikasi Kebijakan Menuju Organisasi Sekolah Efektif). Jakarta:Rineka Cipta.

Sirait, Justine T .2006. Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.

Soetopo, Hendyat. 2005. Keefektifan Organisasi Perguruan Tinggi Dalam Penjaminan Mutu Pendidikan. Malang: Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang.

Suryosubroto. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Wawasan Baru, Beberapa Metode Pendukung dan Beberapa Komponen Layanan Khusus. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Taguh. Ambar dan Rosidah Sulistiyani. 2003.Manajemen Sumber Daya Manusia. Konsep. Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tilaar. H.A.R. 2004. Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung: PT Rosdakarya Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2006. Bandung: Citra Umbara.

Downloads

Published

2018-02-14

How to Cite

Ach Rofiq. (2018). CYBER PESANTREN SEBAGAI PROFIL GAGASAN PESANTREN DI ERA MILENIAL. Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 46–55. Retrieved from https://jurnal.stitalishlahbondowoso.ac.id/index.php/tsaqofah/article/view/21